
Portal Aduan Publik DKI Jakarta
Setiap kerusakan kota
punya nomor tiket.
Lapor jalan, lampu, dan drainase yang rusak dengan foto dan lokasi. Aduan diteruskan ke dinas teknis dan kamu bisa pantau sampai tuntas.
Dioperasikan bersama instansi penyelenggara & teknis




Alur Pelaporan
Dari foto di HP, sampai jalan mulus.
Empat tahap dengan standar waktu nyata, bukan janji. Setiap tiket tercatat dari sistem, kamu tidak perlu mengejar-ngejar status.
Total laporan masuk
15,642
Lapor
Unggah foto kerusakan dan sematkan lokasi di peta. Aduan masuk dan langsung mendapat nomor tiket.
Survei
Dinas teknis memvalidasi kelayakan laporan dan men-disposisi ke unit penanganan yang tepat.
Kerjakan
Tim lapangan PUPR, Dishub, dan DLH menjadwalkan serta mengerjakan perbaikan di lokasi.
Selesai
Hasil perbaikan diverifikasi, ditayangkan, dan pelapor bisa memberi penilaian.
Foto aduan kerusakan jalanSetiap foto aduan ditayangkan supaya proses perbaikan bisa diawasi bersama.
Bukan cuma formulir aduan,
ini catatan kerja kota.
Pemantauan Aduan
Pantau status tiketmu kapan saja, diterima, disurvei, dikerjakan, atau selesai.
Peta Kerusakan Kota
Kerusakan yang sudah dilaporkan tampil di peta terbuka, jadi seluruh warga ikut mengawasi.
Akuntabilitas Publik
Setiap tiket tayang dengan siapa yang menangani dan kapan dinyatakan selesai.
SOP & Standar Waktu
Standar waktu yang bisa kamu pegang.
SPM DKI Jakarta
Standar Pelayanan Minimal
Respon awal ≤ 3 jam
Validasi berkas dan kategori aduan.
Survei teknis ≤ 12 jam
Kunjungan lokasi oleh PUPR, Dishub, atau DLH.
Estimasi pekerjaan 24–48 jam
Pengerjaan untuk kerusakan umum.

Sebelum

Dikerjakan
Dokumentasi pengerjaan dikembalikan ke pelapor sebagai bukti, bukan sekadar status teks.
Keamanan data pelapor
Identitas pelapor dienkripsi dan tidak dipublikasikan ke peta.
Audit masyarakat terbuka
Setiap tahap terdokumentasi; warga bisa menilai kinerja dinas.
Dampak nyata untuk kota kita.
- 92%
- Aduan tuntas
- 340+
- Mitra perbaikan
- 15 mnt
- Respon awal rata-rata
- 15,310
- Laporan selesai
"Lubang jalan di depan rumah yang sudah berbulan-bulan rusak akhirnya diperbaiki dalam waktu tiga hari setelah saya lapor lewat SIGAP. Tiap tahapnya ada kabarnya."
Budi Santoso
Warga Jakarta Selatan
"Lampu jalan mati membuat kawasan kami rawan. Lewat peta aduan, warga bisa memantau kapan petugas datang memperbaiki, tidak perlu menunggu diam-diam."
Ani Wijaya
Ketua RW, Jakarta Pusat
Mari bergerak bersama
Bangun lingkungan yang lebih SIGAP.
Semakin banyak warga melapor, semakin cepat kota menindaklanjuti.